Hati yang tersakiti dan janji yang tak
ditepati
Tenggelamnya kapal Van Der Wijck
Ulasan Film Karya : Kiki Kurniawan
Tenggelamnya kapal Van Der Wijck
Ulasan Film Karya : Kiki Kurniawan
Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk di
angkat ke layar lebar yang di bintangi oleh Pevita Pearce(Hayati), Herjunot ali(Zainudin),
Reza Rahadian(Aziz), dan Randy Nidji(Muluk). Film yang di adaptasi dari Novel
karya Buya Hamka.Film yang di sutradai oleh Sunil Soraya dan di produser kan
oleh Ram Soraya. Film ini di angkat pada tahun 2013 akhir, Film ini paling
banyak di tonton di tahun 2013 hingga 2015.
Berbeda dengan film lain yang di
produserkan oleh Sunil Soraya, dalam film 5CM Pevita Pearce dan Herjunot Ali
ikut berperan dalam film tersebut. Herjunot ali berperan sebagai Juple dan
Pevita Pearce sebagai Arinda. Peran Herjunot Ali sangatlah bagus dan pantas,
mulai dari kostum dan cara Herjunot membacakan puisi yang indah dan arti yang
sangat mendalam dalam film TKVDW. Film yang terkesan kisah nyata ini aslinya
hanyalah fiktif belaka karangan Buya Hamka.
Di kisahkan Zaunidun(Herjunot Ali), pemuda
yatim piatu dari anak pendekar sutan yang ingin pergi ke kampung kelahiran
ayahnya, yaitu di Batipuh, Padang Panjang. Pulangnya Zainudin ke Batipuh karena
ingin merasakan keindahan tanah kelahiran ayahnya.Di Batipuh ia menginap di
rumah Mande Jamilah. DI pagi hari ia melihat seorang gadis yang amat cantik,
tatapan mata pun mulai turun ke hati, gadis tersebut bernama Hayati(Pevita
Pearce). Mulai dari situlah Zainudin mencintai
Hayati.
Seiring perasaan cinta Zainudin kepada
Hayati, Zaunudin sering mengirimi pesan kepada Hayati dengankata – kata indah
yang bias menyemangatkan hati. Hayati pun tergakum dengan Zainudin akan
kehebatannya dalam menulis karangan, namun Hayati tidak bias membalah pesan
tersebut lantaran Hayati tida k bisa membuat karangan pesan. Waktu demi waktu
Zainudin di Batipuh, Zainudin dan Hayati
pun saling jatuh cinta, namun apalah daya jika seorang kepala suku untuk
mengusir Zainudin dari Batipuh karena perbedaan suku. Zainudin di Makasar di
anggap orang Minangkabau, di Minangkabau tidak di anggap orang Minangkabau,
Zainudin sejak lahir sudah di teteskan air mata kesedihan yang membuatnya
selalu tabah dalam cobaan apapun.
Beberapa hari Hayati tidak bertemu dengan
Zainudin, Hayati merasa cemas. Hayati pergi ke sebrang danau untuk mencari
Zainudin di tempat biasa Zainudin menuliskan puisi cinta kepada Hayat, Hayati
menatap mata Zainudin yang penuh kesedihan karena akan meninggalkan seorang
yang di cintainya. Zainudin menitipkan ajimat kepada Hayati untuk sebuah tanda kenang – kenangan dari
Zainudin, Dan Hayati juga member Kerudung Hayati sebagai ajimat yang di berikan
oleh Hayati. Hayati pun berjanji kepada Zainudin cintanya akan selalu kepada
Zainudin, Hayati akan selalu menunggi kedatangan Zainudin ke batipuh, sampai
matipun Hayati akan selalu menunggu Zainudin. Zainudin pun berkata “Berat
sekali janjimu” Hayati pun membalas “Memang itu hakitkatnya”.
Zainudin pindah ke Padang Panjang, ia di
sambut dengan baik disana. Ia langsung di tawari makan ke warung oleh
Muluk(Randy Nidji).Suatu hari Hayati pergi ke Padang Panjang untuk
menghilangkan rindunya terhadap Zainudin, Hayati menginap di rumah sahabatnya
yaitu Khadijah. Tujuan Hayati ke Padang Panjang adalah untuk bertemu Zainudin
bukan untuk menonton pacuan kuda, Tujuan itu hilang ketika Hayati bertemu
dengan Aziz(Reza Rahadian). Karena keadaan Aziz dan keluarganya orang yang
terpandang, keluarga hayati menyetujui jika Aziz menikah dengan Hayati.
Muluk pun penasaran dengan kekasih Zainudin
yang sering di ceritakannya, lomba pacuan kuda akan di mulai pada hari itu, Zainudin pergi ke perlombaan karena
ingin bertemu dengan Hayati. Saat Zainudin melihat Hayati Zainudin merasa cemas
akan pakaian yang di kenakan oleh Hayati. Khadijah malah mengacuhkan pertemuan
Hayati dengan Zainudin lalu mengajak Hayati untuk meninggalkan Zainudin.
Pikiran Zainudin kala itu ancur dan
buyar, karena Hayati yang sudah tak berhijap lagi, Hayati pun merasa bersalah
karena telah meninggalkan Zainudin pada saat bertemu dengannya. Hayati dan
Zainudin terus menengok kanan dan kiri untuk mencari satu sama lain, dalam
lomba pacuan kuda Hayati ingin bertemu dengan Zainudin, sampai – sampai Hayati
beralasan Pusing. Namun Aziz melarangnya untuk pulang sendiri, akhirnya
Khadijah, Aziz, dan teman – temannya pulang bersama hayati kerumah Khadijah.
Zainudin dan Aziz melamar Hayati, penghulu
adat Hayati dan Aziz pun mengadakan rapat. Karena keluarga Aziz orang yang
terpandang , banyak harta ,dan jabatan yang tinggi akhirnya lamaran Aziz lah
yang di terima. Janji sudah bukan lagi janji melainkan sebuah kata – kata yang
tidak akan pernah terjadi. Zainudin tergeletak di kamar tidur selama 2 bulan
karena sakit jiwa lantaran janjinya tidak ditepati dan lamarannya di tolak. 2
bulan lamanya Zainudin tergeletak di kamar tidur, akhirnya Ibunda muluk
memanggil dokter untuk menyembuhkan penyakit yang di alami oleh Zainudin.
Ke esokan harinya Hayati datang untuk
menjenguk Zainudin dan menyembuhkan penyakit yang di alami Zainudin. Sakit hati
bukan main ketika Zainudin melihat ada tanda pernikahan di tangan Hayati,
Hayati sangat malu dan sangat sedih. Zainudin menyuruh untuk semuanya keluar
dari kamar Zainudin. Setelah Hayati datang untuk menjemput Zainudin akhirnya
Zainudin pun sembuh. Namun Zainudin
harus pergi dari Hayati dan Harus meninggalkan Padang Panjang jika ingin
melanjutkan bakatnya yaitu menulis karangan, Muluk pun ingin ikut dengan
Zainudin ke Batavia.
Zainudin dan Muluk memulai kehidupan yang
baru di Batavia, Zainudin memulai kariernya sebagai penulis dan karyanya
diterima oleh masyarakat. Akhirnya Zainudin
ditawari oleh seorang penerbit surat kabaruntuk mengelola perusahaan di
Surabaya. Kesuksesan Zainudin berawal di Surabaya, rumah megah dan mewah, mobil
yang antic dan bagus, ruang kerja pribadi, dan sebagainya. Zainudin kini
bukanlah orang yang terhina lagi melainkan orang yang terpandang, Zainudin
membuat nama panggilan baru tuan “Z” yaitu tuan Zabir.
Aziz pindah ke Surabaya karena mempunyai banyak
hutang, Hayati di bohongi oleh Aziz karena beralasan ada kerjaan di
Surabaya, Hayati ikut dengan Aziz ke
Surabaya. Hari demi hari Perekonomian Aziz semakin terpuruk karena Aziz selalu
kalah judi. Suatu hari ada undangan drama teater di Surabaya dan Hayati ingin
menontonnya, Aziz pun membolehkannya asalkan Aziz ikut dengannya.
Hayati sangat tidak percaya dan kagum kalau
Zainudin Mantan kekasihnya menjadi terkenal karena karangan kisah nyatanya.
Hayati sampai menangis karena Hayati pernah melupakan janjinya. Aziz mulai
memanfaatkan Zainudin, karena kondisi ekonomi Aziz yang terpuruk. Suatu hari
rumah Aziz di obrak – abrik oleh juragan bos hutang. Aziz dan Hayati menumpang
di rumah Zainudin. Zainudin yang tabah menerima cobaan karena hatinya pernah tersakiti
oleh Hayati dan Aziz tetap membantu mereka karena Zainudin menganggap adalah
sahabatnya.
Sebulan kurang lebih Aziz dan Hayati
tinggal di rumah Zainudin, Aziz merasa malu dan meminta agar Zainudin Menjaga
Hayati ketika Aziz pergi ke Banyuwangi untuk mencari pekerjaan. Jika Aziz sudah
mendapatkan pekerjaan barulah Aziz menjemput Hayati. Namun Tuhan berkata lain,
Aziz meninggal karena over dosis, Aziz mengirimkan surat sekaligus surat cerai
kepada Hayati.
Hayati mengharapkan cinta Zainudin kembali,
namun janji tetap di pegang teguh oleh Zainudin. Hayati hanya ingin menjadi
sahabat Zainudin. Hayati diberi tahu sesuatu oleh Muluk tentang Cinta Zainudin
kepada Hayati di dalam ruang pribadinya. Ada sebuah karikatur foto hayati dan
ada tulisan di bawahnya yaitu”Permataku yang hilang”.setelah itu Hayati meminta
maaf kepada Zainudin. Namun Zainudin belum bisa memaafkan Hayati karena
janjinya yang tak di tepati.
Akhirnya Zainudin memulangkan Hayati ke
Batipuh dan meminta Hayati untuk menyampaikan salam saya kepada Mimik datuk
hayati karena telah manjatuhkan harga diri saya dan mengusir saya dari Batipuh.
Hayati Pulang tidak di antar oleh Zainudin
melainkan di antarkan oleh Muluk sampai di Kapal Van Der Wijck sajal. Saat
ingin naik ke kapal hayati mempunyai perasaan bahwa hayati akan tenggelam
kelautan bersama foto Zainudin yang di pegangnya, Muluk pun turun dan
mengucapkan salam kepada Hayati.akhirnya kapal tenggelam tanpa sebab, Hayati
merasa takut dan merasa kehilangan sesuatu.
Zainudin sangat menyesal telah memulangkan
hayati ke Batipuh karena masih ada batin cinta di dalam hati Zainudin, saat
Zainudin dan muluk ingin pergi Zainudin di kejutkan dengan Koran bahwa Kapal
Van Der Wijck tenggelam. Zainudin langsung pergi ke rumah sakit tempat korban
tenggelamnya kapal Van Der Wijck, setelah beberapak menit mencari akhirnya
bertemu dengan hayati yang terbaring lemas. Zainudin membangunkan Hayati, dan
Hayati menjawab “Zainudin kekasihku” Zainudin lalu menangis karena kelabilan
Zainudin. Hayati meminta Zainudin untuk membacakan 2 kalimat syahadat, namun
Zainudin tidak membacakan 2 kalimat syahadat melainkan berkata “Hayati
kekasihku, nanti kau akan sembuh, akan kunihaki kau, dan kubawa kau ketanah
kelahiran ayahku.” Hayati tetap menyuruh Zainudin untuk membacakan 2 kalimat
syahadat, akhirnya Zainudin membacakan 2 kalimat syahadat di kuping hayati,
setelah beberapa kali membacakan 2 kalimat syahadat Hayati meninggal dunia
dalam keadaan tenang karena kekasihnya masih mencintai dirinya.
Film TKVDW sangat disayangkan karena efek
ketika kapal tenggelamnya tidak terlihat nyata. Terlihat dengan jelas editan
film yang begitu tidak nyata, apalagi tidak disebutkan apa penyebab
tenggelamnya kapal tersebut. Judul dan alur ceritannya tidak sesuai karena
hanya di endingnya saja judul tersebut berpera, selebihnya tidak pernah muncul
di dalam film tersebut.
Walaupun Film ini terkesan tidak bagus
dalam editan nya, tetapi film ini mampu membuat para penonton kagum karena
rangkaian kata – kata puitis dan aktor yang mampu
membuat nilai plus di mata penonton. Sountrack yang pas dalam film ini juga dapat dijadikan nilai plus film ini.
membuat nilai plus di mata penonton. Sountrack yang pas dalam film ini juga dapat dijadikan nilai plus film ini.
Dari simpulan paparan tadi, film yang
mengajarkan kita untuk tidak patah semangatnya dan harus berjuang terus. Percedaan
suku, ras, dan pandangan polittik menjadikan kuatnya aturan adat dan berbagai
macam problematika biasanya membuat kita menjadi putus asa. Bangkit lah, maju
terus pantang mundur dan lewati masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar