Mini Rage Face Happy Smiley

Minggu, 28 Februari 2016

Ulasan Film Tenggelamnya kapal Van Der Wijck



Hati yang tersakiti dan janji yang tak ditepati
Tenggelamnya kapal Van Der Wijck
Ulasan Film Karya : Kiki Kurniawan
Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk di angkat ke layar lebar yang di bintangi oleh Pevita Pearce(Hayati), Herjunot ali(Zainudin), Reza Rahadian(Aziz), dan Randy Nidji(Muluk). Film yang di adaptasi dari Novel karya Buya Hamka.Film yang di sutradai oleh Sunil Soraya dan di produser kan oleh Ram Soraya. Film ini di angkat pada tahun 2013 akhir, Film ini paling banyak di tonton di tahun 2013 hingga 2015.
Berbeda dengan film lain yang di produserkan oleh Sunil Soraya, dalam film 5CM Pevita Pearce dan Herjunot Ali ikut berperan dalam film tersebut. Herjunot ali berperan sebagai Juple dan Pevita Pearce sebagai Arinda. Peran Herjunot Ali sangatlah bagus dan pantas, mulai dari kostum dan cara Herjunot membacakan puisi yang indah dan arti yang sangat mendalam dalam film TKVDW. Film yang terkesan kisah nyata ini aslinya hanyalah fiktif belaka karangan Buya Hamka.
Di kisahkan Zaunidun(Herjunot Ali), pemuda yatim piatu dari anak pendekar sutan yang ingin pergi ke kampung kelahiran ayahnya, yaitu di Batipuh, Padang Panjang. Pulangnya Zainudin ke Batipuh karena ingin merasakan keindahan tanah kelahiran ayahnya.Di Batipuh ia menginap di rumah Mande Jamilah. DI pagi hari ia melihat seorang gadis yang amat cantik, tatapan mata pun mulai turun ke hati, gadis tersebut bernama Hayati(Pevita Pearce). Mulai dari situlah Zainudin mencintai  Hayati.
Seiring perasaan cinta Zainudin kepada Hayati, Zaunudin sering mengirimi pesan kepada Hayati dengankata – kata indah yang bias menyemangatkan hati. Hayati pun tergakum dengan Zainudin akan kehebatannya dalam menulis karangan, namun Hayati tidak bias membalah pesan tersebut lantaran Hayati tida k bisa membuat karangan pesan. Waktu demi waktu Zainudin  di Batipuh, Zainudin dan Hayati pun saling jatuh cinta, namun apalah daya jika seorang kepala suku untuk mengusir Zainudin dari Batipuh karena perbedaan suku. Zainudin di Makasar di anggap orang Minangkabau, di Minangkabau tidak di anggap orang Minangkabau, Zainudin sejak lahir sudah di teteskan air mata kesedihan yang membuatnya selalu tabah dalam cobaan apapun.
Beberapa hari Hayati tidak bertemu dengan Zainudin, Hayati merasa cemas. Hayati pergi ke sebrang danau untuk mencari Zainudin di tempat biasa Zainudin menuliskan puisi cinta kepada Hayat, Hayati menatap mata Zainudin yang penuh kesedihan karena akan meninggalkan seorang yang di cintainya. Zainudin menitipkan ajimat kepada Hayati  untuk sebuah tanda kenang – kenangan dari Zainudin, Dan Hayati juga member Kerudung Hayati sebagai ajimat yang di berikan oleh Hayati. Hayati pun berjanji kepada Zainudin cintanya akan selalu kepada Zainudin, Hayati akan selalu menunggi kedatangan Zainudin ke batipuh, sampai matipun Hayati akan selalu menunggu Zainudin. Zainudin pun berkata “Berat sekali janjimu” Hayati pun membalas “Memang itu hakitkatnya”.

Zainudin pindah ke Padang Panjang, ia di sambut dengan baik disana. Ia langsung di tawari makan ke warung oleh Muluk(Randy Nidji).Suatu hari Hayati pergi ke Padang Panjang untuk menghilangkan rindunya terhadap Zainudin, Hayati menginap di rumah sahabatnya yaitu Khadijah. Tujuan Hayati ke Padang Panjang adalah untuk bertemu Zainudin bukan untuk menonton pacuan kuda, Tujuan itu hilang ketika Hayati bertemu dengan Aziz(Reza Rahadian). Karena keadaan Aziz dan keluarganya orang yang terpandang, keluarga hayati menyetujui jika Aziz menikah dengan Hayati.
Muluk pun penasaran dengan kekasih Zainudin yang sering di ceritakannya, lomba pacuan kuda akan di mulai pada hari  itu, Zainudin pergi ke perlombaan karena ingin bertemu dengan Hayati. Saat Zainudin melihat Hayati Zainudin merasa cemas akan pakaian yang di kenakan oleh Hayati. Khadijah malah mengacuhkan pertemuan Hayati dengan Zainudin lalu mengajak Hayati untuk meninggalkan Zainudin. Pikiran  Zainudin kala itu ancur dan buyar, karena Hayati yang sudah tak berhijap lagi, Hayati pun merasa bersalah karena telah meninggalkan Zainudin pada saat bertemu dengannya. Hayati dan Zainudin terus menengok kanan dan kiri untuk mencari satu sama lain, dalam lomba pacuan kuda Hayati ingin bertemu dengan Zainudin, sampai – sampai Hayati beralasan Pusing. Namun Aziz melarangnya untuk pulang sendiri, akhirnya Khadijah, Aziz, dan teman – temannya pulang bersama hayati kerumah Khadijah.
Zainudin dan Aziz melamar Hayati, penghulu adat Hayati dan Aziz pun mengadakan rapat. Karena keluarga Aziz orang yang terpandang , banyak harta ,dan jabatan yang tinggi akhirnya lamaran Aziz lah yang di terima. Janji sudah bukan lagi janji melainkan sebuah kata – kata yang tidak akan pernah terjadi. Zainudin tergeletak di kamar tidur selama 2 bulan karena sakit jiwa lantaran janjinya tidak ditepati dan lamarannya di tolak. 2 bulan lamanya Zainudin tergeletak di kamar tidur, akhirnya Ibunda muluk memanggil dokter untuk menyembuhkan penyakit yang di alami oleh Zainudin.
Ke esokan harinya Hayati datang untuk menjenguk Zainudin dan menyembuhkan penyakit yang di alami Zainudin. Sakit hati bukan main ketika Zainudin melihat ada tanda pernikahan di tangan Hayati, Hayati sangat malu dan sangat sedih. Zainudin menyuruh untuk semuanya keluar dari kamar Zainudin. Setelah Hayati datang untuk menjemput Zainudin akhirnya Zainudin pun sembuh.  Namun Zainudin harus pergi dari Hayati dan Harus meninggalkan Padang Panjang jika ingin melanjutkan bakatnya yaitu menulis karangan, Muluk pun ingin ikut dengan Zainudin ke Batavia.
Zainudin dan Muluk memulai kehidupan yang baru di Batavia, Zainudin memulai kariernya sebagai penulis dan karyanya diterima oleh masyarakat. Akhirnya Zainudin  ditawari oleh seorang penerbit surat kabaruntuk mengelola perusahaan di Surabaya. Kesuksesan Zainudin berawal di Surabaya, rumah megah dan mewah, mobil yang antic dan bagus, ruang kerja pribadi, dan sebagainya. Zainudin kini bukanlah orang yang terhina lagi melainkan orang yang terpandang, Zainudin membuat nama panggilan baru tuan “Z” yaitu tuan Zabir.
Aziz pindah ke Surabaya karena mempunyai banyak hutang, Hayati di bohongi oleh Aziz karena beralasan ada kerjaan di Surabaya,  Hayati ikut dengan Aziz ke Surabaya. Hari demi hari Perekonomian Aziz semakin terpuruk karena Aziz selalu kalah judi. Suatu hari ada undangan drama teater di Surabaya dan Hayati ingin menontonnya, Aziz pun membolehkannya asalkan Aziz ikut dengannya.

Hayati sangat tidak percaya dan kagum kalau Zainudin Mantan kekasihnya menjadi terkenal karena karangan kisah nyatanya. Hayati sampai menangis karena Hayati pernah melupakan janjinya. Aziz mulai memanfaatkan Zainudin, karena kondisi ekonomi Aziz yang terpuruk. Suatu hari rumah Aziz di obrak – abrik oleh juragan bos hutang. Aziz dan Hayati menumpang di rumah Zainudin. Zainudin yang tabah menerima cobaan karena hatinya pernah tersakiti oleh Hayati dan Aziz tetap membantu mereka karena Zainudin menganggap adalah sahabatnya.
Sebulan kurang lebih Aziz dan Hayati tinggal di rumah Zainudin, Aziz merasa malu dan meminta agar Zainudin Menjaga Hayati ketika Aziz pergi ke Banyuwangi untuk mencari pekerjaan. Jika Aziz sudah mendapatkan pekerjaan barulah Aziz menjemput Hayati. Namun Tuhan berkata lain, Aziz meninggal karena over dosis, Aziz mengirimkan surat sekaligus surat cerai kepada Hayati.
Hayati mengharapkan cinta Zainudin kembali, namun janji tetap di pegang teguh oleh Zainudin. Hayati hanya ingin menjadi sahabat Zainudin. Hayati diberi tahu sesuatu oleh Muluk tentang Cinta Zainudin kepada Hayati di dalam ruang pribadinya. Ada sebuah karikatur foto hayati dan ada tulisan di bawahnya yaitu”Permataku yang hilang”.setelah itu Hayati meminta maaf kepada Zainudin. Namun Zainudin belum bisa memaafkan Hayati karena janjinya yang tak di tepati.
Akhirnya Zainudin memulangkan Hayati ke Batipuh dan meminta Hayati untuk menyampaikan salam saya kepada Mimik datuk hayati karena telah manjatuhkan harga diri saya dan mengusir saya dari Batipuh.
Hayati Pulang tidak di antar oleh Zainudin melainkan di antarkan oleh Muluk sampai di Kapal Van Der Wijck sajal. Saat ingin naik ke kapal hayati mempunyai perasaan bahwa hayati akan tenggelam kelautan bersama foto Zainudin yang di pegangnya, Muluk pun turun dan mengucapkan salam kepada Hayati.akhirnya kapal tenggelam tanpa sebab, Hayati merasa takut dan merasa kehilangan sesuatu.
Zainudin sangat menyesal telah memulangkan hayati ke Batipuh karena masih ada batin cinta di dalam hati Zainudin, saat Zainudin dan muluk ingin pergi Zainudin di kejutkan dengan Koran bahwa Kapal Van Der Wijck tenggelam. Zainudin langsung pergi ke rumah sakit tempat korban tenggelamnya kapal Van Der Wijck, setelah beberapak menit mencari akhirnya bertemu dengan hayati yang terbaring lemas. Zainudin membangunkan Hayati, dan Hayati menjawab “Zainudin kekasihku” Zainudin lalu menangis karena kelabilan Zainudin. Hayati meminta Zainudin untuk membacakan 2 kalimat syahadat, namun Zainudin tidak membacakan 2 kalimat syahadat melainkan berkata “Hayati kekasihku, nanti kau akan sembuh, akan kunihaki kau, dan kubawa kau ketanah kelahiran ayahku.” Hayati tetap menyuruh Zainudin untuk membacakan 2 kalimat syahadat, akhirnya Zainudin membacakan 2 kalimat syahadat di kuping hayati, setelah beberapa kali membacakan 2 kalimat syahadat Hayati meninggal dunia dalam keadaan tenang karena kekasihnya masih mencintai dirinya.
Film TKVDW sangat disayangkan karena efek ketika kapal tenggelamnya tidak terlihat nyata. Terlihat dengan jelas editan film yang begitu tidak nyata, apalagi tidak disebutkan apa penyebab tenggelamnya kapal tersebut. Judul dan alur ceritannya tidak sesuai karena hanya di endingnya saja judul tersebut berpera, selebihnya tidak pernah muncul di dalam film tersebut.
Walaupun Film ini terkesan tidak bagus dalam editan nya, tetapi film ini mampu membuat para penonton kagum karena rangkaian kata – kata puitis dan aktor yang mampu
membuat nilai plus di mata penonton. Sountrack yang pas dalam film ini juga dapat dijadikan nilai plus film ini.
Dari simpulan paparan tadi, film yang mengajarkan kita untuk tidak patah semangatnya dan harus berjuang terus. Percedaan suku, ras, dan pandangan polittik menjadikan kuatnya aturan adat dan berbagai macam problematika biasanya membuat kita menjadi putus asa. Bangkit lah, maju terus pantang mundur dan lewati masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar